Pater Laane lahir di Roosendaal, pada 15 Februari 1856, sehingga ia mencapai usia hanya lebih dari 53 tahun ketika meninggal. Ketika ia tiba di Batavia pada tahun 1902, ia menerima dengan keberanian dan semangat tugas berat yang menunggunya; Tetapi segera menjadi jelas bahwa dia telah melebih-lebihkan kekuatan tubuhnya. Mereka tidak memperhitungkan kondisi di Indonesia yang berbeda dengan Belanda. Mungkin dia sudah menuntut terlalu banyak kekuatannya dalam hubungannya yang terhormat tetapi sulit, terutama sebagai rektor Gimnasium di Sittard dan kemudian sebagai direktur Gimnasium dan Sekolah HB di Nijmegen.
Pater Laane segera ke Batavia harus berjuang dengan demam. Pemerintahnya berharap bahwa pindah ke tempat lain dan ke pekerjaan lain akan membawa perubahan menjadi lebih baik. Jadi pada bulan Desember 1906 sebagai Pastor di Surabaya. Sayangnya, perbaikan, yang terjadi, tidak besar dan tidak lama. Pekerjaan itu adalah dia, dan dia sering mengeluh bahwa dia tidak bisa bekerja sebanyak yang dia inginkan. Dengan kekuatan pikiran yang mengagumkan, orang yang baik hati, sederhana, selalu berhasil membawa kenyamanan dan informasi kepada orang lain dalam kesulitan mereka; terutama sebagai presiden Panti Asuhan R. K., ia mewakili kepentingan mental dan fisik anak-anak.
Riwayat Penugasan
| Pastor Paroki Katedral | Jakarta | 1902-1904 |
| Communicatio – Kolese Kanisius | Jakarta | 1904-1906 |
| Pastor Paroki Surabaya | Surabaya | 1906-1909 |
Pada hari-hari terakhir hidupnya, ia hanya terbaring di tempat tidur dengan demam yang terus menerus menghancurkan kekuatannya. Ia pun meminta Sakramen Mahakudus dan Pengakuan dosa dengan mengucapkan doa-doa Latin dengan kesalehan yang tulus. Ia akhirnya meninggalkan dunia pada 21 November 1909 dan dimakamkan di Surabaya.